INDONESIAKU Pictures, Images and Photos

Jumat, 04 Juni 2010

pemikiran

Nama saya adalah Raia, biasa dipanggil Rai. Umur 21 Tahun.
Sejak SMA saya senang "Berfikir" tentang masalah-masalah sekitar. Masalah-masalah hidup dan sebagainya. Bahkan jika Anda berbicara dengan saya, boleh jadi saya sedang memikirkan sesuatu, tapi tetap fokus dengan pembicaraan anda.

Setiap yang saya pikirkan lebih berbau sosial. Bagaimana cara mendekati teman yang tertutup, bagaimana cara memancing teman agar bercerita tentang masalahnya. Bahkan jika anda bertanya pada saya tentang bagaimana cara mengerjai teman anda yang ulang tahun, saya punya banyak skenario yang cocok untuk teman anda tersebut.

Sejak SMA saya senang membaca novel serta main games yang berbau strategi. Dengan permainan itu saya terus berfikir bagaimana cara mengalahkan musuh. Itu membuat diri saya bersemangat. Saya juga senang membuat puisi, karena puisi merupakan media "Curhat" dan "Penyampaian" yang unik buat saya.Setiap kata dapat menggambarkan berbagai hasil

Saya bukanlah orang yang mengerti perasaan orang lain dan bukanlah orang yang pintar, tapi saya adalah orang yang mau belajar "berfikir". Jika anda berbicara dengan saya, boleh jadi saya telah tau karakter seperti apa anda itu. Walaupun anda menyangkalnya dengan berkata, "yang tau diri gw itu, gw sendiri". Padahal diri anda sendiripun belum tentu "mengenal" anda.

Setiap hari kita membutuhkan cermin untuk melihat penampilan kita. Jika anda tau diri anda sendiri, anda tidak membutuhkan cermin sama sekali tuk melihat, "apakah saya sudah tampak mempesona" atau untuk melihat "perubahan-perubahan penampilan" anda.

Di sinilah kegunaan cermin, karena kita tidak bisa "melihat" diri kita sendiri seutuhnya. Cermin yang saya maksud adalah orang lain. Kadang kita bertemu dengan banyak sekali "cermin", tapi anehnya tidak semua cermin itu membuat kita PD.

Anda tau kalau anda egois karena pada awalnya orang lain bilang anda egois. Walaupun hati kecil anda berkata kalau anda egois, tapi terkadang ucapan orang "mengukuhkan" pemikiran kita tentang diri kita. Itulah kenapa kita butuh "cermin"

Saya punya teman yang amat tertutup akan masalahnya. Dia tak pernah mau cerita. Dia hanya mau cerita masalah "permukaannya" saja. Untuk lebih kedalam dia simpan. Disini kita setuju satu hal bahwa, "orang yang menyimpan masalah adalah orang yang kuat, karena dia yakin bisa mengatasinya sendiri". Masalahnya adalah, ada orang merasa "Kuat" padahal dirinya "Lemah". Akhirnya saya pancing dia bercerita dengan saya bercerita terlebih dahulu. Saya bercerita semua yang saya rasakan.
Dan ketika kami asyik mengobrol, tanpa sadar dia menceritakan sebagian apa yang dia rasakan. Itu hal yang wajar karena tidak semua orang menceritakan apa yang ia rasakan. Yang kita sebut ini dengan "Privacy".

Berfikir tentang sesuatu itu hobi yang lain bagi saya. Saya senang menela'ah sesuatu pada malam hari disaat orang lain tidur.Karena pada saat itu pikiran saya dapat berkembang bebas tanpa hiruk-pikuk aktifitas.

Suatu malam ketika saya masih SMA, saya bertanya pada diri saya sendiri. Pertanyaan bodoh memang, Tapi saya tidak bisa menjawab pertanyaan itu sesuai dengan yang saya harapkan.

Pertanyaan saya yaitu,"Apa tujuan hidup kita?" , " Apa yang kita cari didalam kehidupan ini?", dan "Untuk apa kita hidup ?".

Ketiga pertanyaan yang selama 3 tahun saya tak punya jawaban yang memuaskan hati saya.

Semester awal saya kuliah, saya bertemu dengan seorang wanita. Ayu namanya. Sebuah nama yang menggambarkan pemiliknya. Saya sering ke rumahnya, sering mengobrol dengan ayahnya ketika Ayu belum pulang.

Suatu hari ketika saya mengobrol dengan ayahnya, sewaktu menunggu Ayu pulang sekolah, Ayahnya bertanya pada saya,"Jika ada anak Muslim dan Kristen sebelum baligh meninggal dunia, mana yang akan masuk Syurga dan mana yang akan masuk Neraka ?" (maaf,disini saya bukan mengajak anda membahas tentang agama,tapi percayalah.ini adalah sebuah pemikiran).

Saya tersentak dengan pertanyaan tersebut.Berbagai jawaban timbul di otak saya, namun tak ada yang membuat saya yakin jawaban itu benar. Lalu saya berkata,"Maaf om, saya tidak bisa menjawabnya sekarang ".

Tiba-tiba Ayu pulang, Ayahnya pun permisi masuk ke dalam agar kami bisa mengobrol di teras.

Ketika mengobrol dengan Ayu, saya masih memikirkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Hari telah sore akhirnya saya pamit pulang.

Pada malam hari saya terus memikirkan jawaban pertanyaan tersebut, namun tak ada jawaban yang memuaskan hati saya.

Esok hari saya kembali ke rumah Ayu dengan maksud berbicara mengenai hal ini. Saya datang jam 10.00 pagi agar mempunyai waktu yang lama berbincang dengan orang tuanya sambil menunggunya pulang sekolah.

Tanpa basa-basi ayahnya langsung bertanya, "Bagaimana? Sudah ketemu jawabannya?" Saya termenung dan berkata,"Hmmm, saya tidak tau Om siapa yang akan masuk surga dan siapa yang masuk neraka."

Lalu beliau tersenyum dan berkata, "Tepat sekali !!"

"Kita manusia tidak pernah tau siapa yang masuk Neraka dan siapa yang masuk surga, kita hanya diberitahu bagaimana cara pergi ke sana melalui tuntunan yang ada di kitab suci kita."

Beliau menambahkan, "Sebagian manusia berkata kepada manusia lainnya bahwa orang lain itu masuk neraka, padahal belum tentu dirinya sendiri masuk ke dalam surga. Kita manusia hanya bisa memberi tau tuntunan bagaimana mereka masuk ke dalam surga melalui kitab suci, bukan memutuskan. Karena itu adalah Hak Tuhan Yang Maha Esa."

Saya termenung dan senang sekali, karena mendapat pelajaran yang begitu berharga. Kemudian saya memanfaatkan obrolan ini untuk menanyakan ketiga pertanyaan yang sudah tiga tahun tak ada jawaban yang memuaskan.

"Hmm...menurut Om, untuk apa sey kita hidup ?"

lalu beliau menjawab, "Kita hidup karena Tuhan ingin "melihat" apakah kita bisa memanfaatkan anugerah hidup ini dengan sebaik-baiknya, dengan terus "mengingat" dan "menyembahNya" serta tidak "mendustakanNya."

Kemudian saya menyela dan berkata,"Bukankah Tuhan tau apakah kita berdusta atau benar-benar taat padanya?, jika Ia telah mengetahui, untuk apa Ia menghidupkan kita?"

Beliau dengan tenang menjawab, "Karena Ia ingin melihat "Proses" bukan "Hasil". Tuhan pun tidak menakdirkan hambaNya menjadi buruk, tapi kita sendirilah yang menentukan ingin menjadi "baik" atau "buruk".

(jawaban ini sudah mewakili Pertanyaan tentang Tujuan hidup)

Saya pun terpuaskan dengan jawabannya.

"Lalu, apa yang kita cari dalam hidup ?"

Dengan tersenyum ia menjawab,"Yang kita cari adalah keridoanNya." Kata beliau sambil menunjuk ke atas.

Kemudian saya bertanya lagi,"Bagaimana kita tahu Tuhan itu Ridho?"

Beliau pun menggelengkan kepalanya dan berkata,"Kita tak pernah tau."

Kemudian ia tersenyum kembali dan berkata,"Patuhi apa yang diperintahNya dan jauhi apa yang dilarangNya seperti apa yang tertulis dalam kitab suci, sampai batas waktu yang telah ditetapkan. Mudah-mudahan kita menjadi salah seorang yang di RidhoiNya."

Jawabannya pun membuat saya terpuaskan.

Ketiga pertanyaan saya telah terjawab dengan sangat memuaskan. Tanpa sadar jam telah menunjukan pukul 02.00 sore, Ayu pun pulang.

Kami mengobrol hingga pukul 17.00 sore, sebelum akhirnya saya pamit pulang.


Malam harinya di saat orang-orang terlelap tidur, saya berfikir tentang Atheis. Begitu banyak pertanyaan saya muncul. Kenapa mereka tak mempercayai adanyaTuhan?, mengapa mereka tak mempercayai suatu ketiadaan lalu tiba-tiba menjadi ada? Padahal alam semesta tercipta dari suatu ketiadaan dan apa yang ada di dunia begitu seimbang, begitu teratur, dan begitu tersusun. Maka jelaslah hal itu pasti ada yang menciptakan.

Lalu muncul pertanyaan baru di benak saya. Jika seluruh alam ini telah selasai pada saat yang telah ditetapkan yaitu hari kiamat dan segala urusan akhirat telah terselesaikan, dimana Syurga dan Neraka telah memilih siapa teman mereka, apakah yang akan dilakukan Tuhan? Apakah Ia akan mencipta lagi seperti apa yang ada sekarang?, jika begitu, maka tidak akan pernah selesai. Jika tidak, maka Ia tak punya alasan lagi untuk ada.

Lalu saya terlintas satu pertanyaan lagi. Jika dulu alam semesta muncul dari suatu ketiadaan lalu Tuhan mencipta dari suatu ketiadaan itu menjadi ada, bagaimana dengan Tuhan? Tidakkah aneh jika Dia tiba-tiba ada padahal tidak ada yang mencipta.

huh....anehnya, sekarang saya mengerti kenapa Atheis itu ada.

Ketika memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu yang tak ada jawabannya, saya teringat
perkataan dosen Filsafat saya,

"Dalam pemikiran manusia itu ada yang kita sebut dengan 'batas Teritori', dimana manusia dengan pemikirannya tidak bisa menembus batas itu. Ketika kita sampai pada pertanyaan yang mengarah pada 'batas Teritori', maka tinggalkan pertanyaan itu dan pergunakannlah keyakinanmu. Yaitu sebuah keyakinan yang kau dapat di dalam agamamu agar kamu tidak tersesat!!!"




Nb: Cerita ini adalah fiktif belaka.jika ada kesamaan tokoh dan tempat, maka itu adalah faktor ketidaksengajaan




Januar Al Farisi


1 komentar:

Lydia on 17 Desember 2010 03.31 mengatakan...

hello, cool blog & good content. love to read it, u must check out this website & submit your blog for free to gain more traffic. have a nice day!

Posting Komentar

Blog Archive

About Me

Foto saya
jakarta, DKI-Jakarta, Indonesia
akulah penyair gila yang mencoba menembus pemikiran dengan pemikiran. aku hidup bersama ketenangan dan menghilang bersama relung hati aku berlari dalam gelap,menerobos yang tak terlihat. aku menyelam dalam batas kegalauan dan tenggelam dalam keinginan. aku bukanlah aku, aku adalah sesuatu yang menghasilkan kamu,dia dan mereka.

tukeran link yuk..copy paste ke widget anda..nanti saya pasang link anda

1. 11 kode etik blogger indonesia , oleh kafe28 !!!
2. ingin tahu siapa yang "mencuri" ide atau menjiplak blog anda , cek disini !!!
3. Seberapa cepat waktu pengaksesan blog Anda, cek disini !!!
4. Info palestine terlengkap, cek disini !!!
5. Daftarkan blog anda kesemua search engine agar terlacak , cek disini !!!
6. Tambah gadget untuk blog anda, pilih dan pasang, cek disini !!!
7. Buat Domain CO.CC gratis,ketik domain yang diinginkan dan daftarkan!!!

8. cara gampang dan cepet dapet emblem,tokken ninja saga dan dollar gratis dari facebook.buat account,invite or publish, cek disini !!!
9. bisnis di internet, mudah cepat gak aneh-aneh. modal kecil dan terbukti, cek disini !!!
hi my friend..get money from ur blog..just sign up an account here and make account in paypal, to transfer ur money.this is absolutely free..per Click: $0.05, per Sale: $3.00. have fun...!!!

Get cash from your website. Sign up as affiliate.
 

sms gratis..(trust me...it works...!!!)

Go_Articles