INDONESIAKU Pictures, Images and Photos

Jumat, 28 Mei 2010

Untitled


Aku adalah seorang musafir. Kali ini aku pergi ke sebuah negara bernama Xantian. Aku tinggal di sebuah kota bernama Xardas. Penduduk negeri ini begitu ramah. Tiap kali ku bertemu orang lain, mereka selalu memberiku senyum. Negeri ini begitu kaya akan sumber daya alam, hanya saja kekayaan alam di negeri ini banyak dikelola oleh pihak asing.

Telah kujelajahi beberapa kota di negeri ini untuk mencari tolak ukur keramahan rakyatnya. Telah kudatangi tempat-tempat ibadah seperti masjid, gereja, kuil, dll. Orang-orangnya begitu ramah. Ya, walaupun ada beberapa tindak kejahatan tiap harinya, tapi ku tetap memandang negeri ini sebagai negeri yang ramah.

Suatu hari aku pergi ke sawah dan melihat seorang petani sedang membajak. Aku hampiri petani tersebut dan meminta agar dia mau mengajariku menanam padi, dengan senang hati dia mau mengajariku. Di hari yang lain aku pura-pura tersesat dan uangku kecopetan. Ku meminta tolong pada salah seorang pemuda untuk memberiku uang agar aku bisa pulang. Pemuda itu tak cukup uang untuk memberiku, tapi ia menawarkan diri untuk mengantarku pulang. Luar biasa memang. Aku pun terkesan dengan pemuda tersebut.

Di pagi hari yang cerah, aku berjalan-jalan ke pasar. Kulihat sedang ada penertiban di pasar itu. Para pedagang menangis barang dagangan mereka dihancurkan. Namun petugas itu begitu tegasnya hingga pedagang-pedagang itu takut untuk melawan. Hatiku sedih melihat pedagang-pedagang itu diusir paksa. Alangkah lebih baik jika mereka dipindah saja tanpa harus diusir. Mungkin begitulah prosedurnya di negeri ini. Aku tak tahu.

Suatu malam kulihat sepeda motor melindas seekor kucing. Kucing itu pun sekarat, lalu datang seorang laki-laki mengambilnya. Ketika kutanya, mau dibawa ke mana kucing tersebut, dia berkata akan membawa kucing itu ke rumah sakit. Begitu terharunya aku mendengar laki-laki itu mau menolong seekor kucing.

Seminggu telah kuhabiskan di negeri ini. Sebelum ku pergi, aku memutuskan untuk berjalan-jalan di tengah malam. Begitu indah pemandangan. Ketika ku berjalan, tiba-tiba ku melihat banyak kerumunan orang, ternyata telah terjadi tabrak lari. Korbannya adalah seorang supir taksi. Keluarganya pun membawanya ke rumah sakit terdekat. Aku pun ikut mengantarnya.

Supir taksi itu terluka cukup parah. Keluarganya membawanya ke UGD (kita menyebutnya). Di tempat administrasi, keluarganya begitu cemas mengurus agar supir taksi tersebut cepat ditolong. Keluarga itu harus membayar biaya rumah sakit sebesar 8 juta Zendit (mata uang di negeri ini). Jika tidak membayar, maka rumah sakit tidak bisa merwatnya di ICU. Itulah prosedur. Ya, lagi-lagi prosedur. Kondisi pasien sudah begitu parahnya hingga memuntahkan darah. Beberapa keluarga pasien pun bergegas mencari uang tersebut. Minimal 4 juta Zendit untuk uang muka perawatan di rumah sakit.

Kondisi sopir taksi itu semakin parah, namun keluarganya belum kembali membawa uang tersebut. Aku ingin sekali membantu, namun aku tak punya uang sebanyak itu. Begitu pedih hatiku melihat kondisi supir itu. Sepuluh menit kemudian supir itu meninggal dunia tanpa pertolongan sama sekali. Keluarganya hanya bisa menangis dan aku pun tak kuasa ikut menangis. Sungguh tidak berprikemanusiaan.
Aku telah melihat seekor kucing ditolong di negeri ini, namun seorang manusia telah dibiarkan mati hanya karena sebuah prosedur. Sungguh miris hati ini menyaksikannya.

Ketika keluarga ini sedang menangis, ada seorang pasien sakit jantung yang diantar keluarganya menggunakan mobil pribadi. Keluarga pasien tersebut mengurus administrasi untuk rawat ICU. Beberapa menit kemudian, pasien jantung itu telah hilang dari pandangan kami untuk dibawa ke ICU. Begitu tak adilnya. Kami datang lebih dulu, namun kami malah diperlakukan seperti sampah. Hanya karena prosedur yang mengharuskan kami membayar terlebih dahulu, baru mendapat perawatan di ruang ICU. Yang mengakibatkan meninggalnya satu nyawa karena prosedur.

Sungguh memalukan dan memilukan. Sekarang aku telah mendapat tolak ukur dari perjalananku di negeri ini. Mereka menyebut ini rumah sakit, padahal ini lebih mirip hotel. Hanya orang-orang berduit yang bisa masuk, menyewa kamar, dan mendapat layanan. Sungguh memprihatinkan. Rasa benci, rasa sedih, dan rasa marah membakar kecintaanku pada negeri ini, yang telah aku banggakan sebelumnya.

Semoga kelak, generasi-generasi penerus negeri ini bisa melawan ketidakadilan di negeri ini. Aku bersumpah, tidak akan menginjakkan kaki lagi ke negeri ini, sebelum negeri ini menghapus prosedur tentang si kaya dan si miskin.

Januar Al Farisi

0 komentar:

Posting Komentar

Blog Archive

About Me

Foto saya
jakarta, DKI-Jakarta, Indonesia
akulah penyair gila yang mencoba menembus pemikiran dengan pemikiran. aku hidup bersama ketenangan dan menghilang bersama relung hati aku berlari dalam gelap,menerobos yang tak terlihat. aku menyelam dalam batas kegalauan dan tenggelam dalam keinginan. aku bukanlah aku, aku adalah sesuatu yang menghasilkan kamu,dia dan mereka.

tukeran link yuk..copy paste ke widget anda..nanti saya pasang link anda

1. 11 kode etik blogger indonesia , oleh kafe28 !!!
2. ingin tahu siapa yang "mencuri" ide atau menjiplak blog anda , cek disini !!!
3. Seberapa cepat waktu pengaksesan blog Anda, cek disini !!!
4. Info palestine terlengkap, cek disini !!!
5. Daftarkan blog anda kesemua search engine agar terlacak , cek disini !!!
6. Tambah gadget untuk blog anda, pilih dan pasang, cek disini !!!
7. Buat Domain CO.CC gratis,ketik domain yang diinginkan dan daftarkan!!!

8. cara gampang dan cepet dapet emblem,tokken ninja saga dan dollar gratis dari facebook.buat account,invite or publish, cek disini !!!
9. bisnis di internet, mudah cepat gak aneh-aneh. modal kecil dan terbukti, cek disini !!!
hi my friend..get money from ur blog..just sign up an account here and make account in paypal, to transfer ur money.this is absolutely free..per Click: $0.05, per Sale: $3.00. have fun...!!!

Get cash from your website. Sign up as affiliate.
 

sms gratis..(trust me...it works...!!!)

Go_Articles